Islām: Unggul, bukan Samarata

Toleransi. Berpada-padalah, jangan sampai toleransi sampai tak boleh mencegah syirik & kekufuran yang nyata dengan alasan ianya isu sensitif. Itu bukanlah manhaj Muhammad sallallahu ‘alayhi wasallam, jauh sekali agama bapa kita,Ibrāhim.’alayhissalāt wassalām.اسلام

Agama Allah (al-Islām) menuntut agar ianya diunggulkan atas lain-lain agama. Firman Allah ‘azzā wajallā:

هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَىٰ وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ

“Dan Dialah yang mengutuskan utusanNya dengan petunjuk (al-Qur’an) dan agama yang benar (Islām) bagi mengungguli atas yang lainnya, sekalipun (tujuan ini) dibenci oleh oleh Musyrikun, (orang-orang yang menyekutukan Allah).” (al-Tawbah: 33)

Kalimah Tawhid menuntut agar tiada ilāh selain Allah, yang lain-lain (tirani atau tawāghit) harus dihapuskan. Musuh sesekali tidak redha akan perkara ini, seperti yang Allah sendiri nyata dan isyaratkan di dalam al-Qur’an. Merupakan tuntutan Allah agar manusia tunduk hanya kepada agama ini, namun kuffar akan sentiasa menolak dengan alasan: It was an Islamic radicalism, it fights for a totalitarian empire that denies all political and religious freedom. Namun, Allah telah menyatakan sebelumnya:

يُرِيدُونَ أَن يُطْفِئُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَيَأْبَى اللَّهُ إِلَّا أَن يُتِمَّ نُورَهُ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ

“Mereka (orang-orang kāfir musyrik) berkehendak untuk memadamkan cahaya Allah (agama Allah: Tawhīd) namun Allah berkehendak untuk menyempurnakan cahayaNya (agama Allah: Tawhīd), sekalipun ianya dibenci orang orang yang berpaling (kāfir).” (al Tawbah: 32)

“Engkau mempunyai minda skeptik, kita hidup di zaman keamanan dan demokrasi, tiada pecahan kepada harbi atau dhimmi, semua memegang taraf kewarganegaraan bagi nation-state, dan tanggungjawab warga dunia yang sama, berjuang demi suatu keadaan yang liberal & demokratik. Inilah Islam.”

Mereka salah faham tentang makna “Tiada paksaan dalam beragama”, firman Allah:

لا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ

“Tiada paksaan (dalam diri kalian untuk) mengikuti agama, telah jelas mana yang benar daripada kesesatan..”

Allah bukan memberi indikasi kebebasan beragama, Allah menyatakan bahawa Islam ini agama fitrah, tiada yang bercanggah dengan naluri atau membuatkan kita terpaksa percaya membuta tuli. Sebab itu Allah kata, semuanya sudah jelas. Tiada unsur yang memaksa, mengugut, atau memeras untuk kalian beriman, kecuali mereka yang berpaling, kufur, daripada Iman!

Tiada paksaan di dalam agama, telah jelas beza antara petunjuk dengan kesesatan. Kita tidak menghukum manusia hanya kerana dia berbangsa Barat, kita menghukum manusia sama ada dia kafir atau mukmin. Begitulah yang diklasifikasikan Allah sendiri dalam kebanyakkan firmanNya, khususnya pada awal surah al-Taghabun. Firman Allah:

هُوَ الَّذِي خَلَقَكُمْ فَمِنكُمْ كَافِرٌ وَمِنكُم مُّؤْمِنٌ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

“Dialah Allah yang menciptakan kalian, daripada kalian itu yang Kāfir, dan daripada kalian itu ada yang Mukmin, dan Allah Maha Melihat apa yang kalian lakukan.” (al-Taghābun: 2)

Pembahagian manusia kepada Iman dan Kufr ialah datang daripada Allah sendiri, bukannya manusia manusia ber’aqal ekstrimis atau jumud atau radikal.

Bukannya tiada orang Barat yang memeluk Islam, orang Russia memeluk Islam, orang Iran memeluk Islam lantas menjadi benteng kepada saudara se’aqidahnya, menjadi kubu bagi al-Walā’ dan al Barā’!

Minda skeptik terhadap kekufuran dan ahlinya, bukannya buatan “islamis jumudis”, ianya suatu kenyataan yang sentiasa valid daripada Allah berkenaan mereka, dirakam olehNya secara abadi dalam al-Baqarah, ayat 120. Firman Allah ta’āla:

وَلَن تَرْضَىٰ عَنكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ ۗ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَىٰ ۗ

“Dan Yahudi beserta Nasrani tidak akan sekali kali redha akan kalian (umat Islam) hinggalah kalian mengikuti millah (agama) mereka, katakan: Sesungguhnya petunjuk Allah (agamaNya) itu sebenar benar petunjuk..”

Islām ialah milik Allah, pencipta manusia dan yang Maha Memahami naluri kemanusiaan secara penuh dan tiada kekurangan baginya, bagi memenuhi kehendak & mencapai kesempurnaan kemanusiaan ialah dengan mengikuti agamaNya. Bukan mengikuti terma “kemanusiaan” ajaran manusia yang tidak mengenal Tuhan lantas mengatakan “wah, intipatinya ada yang sepadan dengan al-Qur’an”, itu bukan Islam! Itu kekufuran yang semata-mata kufur! Semata-mata nilai yang baik, tidak menjadi ianya Islamik, jauh sekali menjadikan ianya sebagai sharī’ah!

Sungguh banyak yang ingin ku leteri. Tentang saudara kita yang terkorban akibat serangan regime Musyrikin di bumi Shām itu, rahmat dan keampunan Allah buat mereka insyaAllah. Kita ini bagaimana? Itu persoalannya. Apa tindakan kita untuk counter perbuatan mereka? Sekiranya kta terus meraung dan menyatakan kesedihan tanpa melakukan apa-apa tindakan, itu suatu pembohongan terhadap dakwaan Islam-nya kita, malah suatu pembohongan besar ke atas nilai kemanusiaan!

Mereka sudah pergi, survival ummah di tangan manusia kini. Apa yang sudah kita lakukan walaupun sedikit?

Akhir sekali, pesanku kepada ummah khususnya pemuda-pemudi semisalku, usahlah buku-buku “kemanusiaan” & pejuang demokrasi liberal atau leftist dan revolusioner celaru memalingkan kalian daripada al-Qur’an dan manhaj asal bagi agama ini, manhaj Muhammad sallallahu ‘alayhi wasallam.

Wa Islāmāh!

Abu Faruq al-‘Ariffiy.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s